Selasa, 24 Juni 2014

Manfaat Memberi Hadiah

Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak jarang terjadi perselisihan dan pertikaian antara sesama mereka. Terkadang perselisihan tersebut akan bertambah tajam jikalau tidak segera ditangani dan dicarikan solusi. Terlebih lagi adanya syaithan ‘sang musuh abadi’ yang tidak akan rela bila kaum muslimin hidup rukun, damai dan saling mencintai. Setiap waktu ia akan berusaha untuk menciptakan konflik dan menyulutnya diantara kaum muslimin.
Islam, telah mengajarkan segala kebaikan bagi para pemeluknya. Termasuk dalam hal ini adalah mengajarkan bagaimana cara menghilangkan sikap permusuhan dan sekaligus menciptakan rasa saling cinta. Salah satu caranya adalah dengan saling memberikan hadiah antara sesama mereka. Berikut ini ada sedikit pembahasan mengenai hadiah, semoga dapat bermanfaat.

 
Hukum Memberi Hadiah
Hukum memberi hadiah asalnya adalah boleh ketika tidak ada penghalang dalam syariat. Namun hukum asal tersebut dapat berubah menjadi sunnah ketika hadiah ini diberikan dalam rangka untuk mewujudkan perdamaian serta menciptakan rasa saling sayang dan cinta antara sesama muslim. Hadiah juga dianjurkan apabila diberikan dengan tujuan untuk membalas hadiah. Berubah pula hukum boleh tersebut menjadi haram apabila hadiah itu dari sesuatu yang haram atau dengan tujuan yang haram. Perintah untuk saling memberikan hadiah telah disebu
tkan dalam sunnah Rasulullah `, di antaranya adalah sabda beliau ` dari sahabat Abu Hurairah z:
تهادوا تحابوا
Salinglah memberi hadiah antara kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.“ [H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani v].

Menerima hadiah menurut pendapat yang kuat adalah wajib, dengan catatan hadiah tersebut adalah hadiah yang mubah dan tidak ada penghalang dalam pandangan syariat yang bisa dijadikan alasan untuk menolak hadiah.
Kewajiban untuk menerima hadiah tersebut telah diperintahkan, bahkan dilakukan sendiri oleh Rasulullah `. Dari Abdullah bin Mas’ud z, bahwa Rasulullah ` bersabda yang artinya, “Penuhilah undangan, janganlah kalian menolak hadiah dan janganlah pula kalian memukul kaum muslimin.”  [HR Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani v].
Juga disebutkan dari Abu Hurairah z bahwa Rasulullah ` bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang Allah berikan kepadanya sesuatu dari harta ini (hadiah) dengan tanpa meminta-minta maka hendaknya ia menerimanya, karena itu adalah rizki yang Allah berikan kepadanya.”  
[H.R. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani v dalam Shahih At Targhib].

Mau memberi HADIAH untuk ORANG TERSAYANG? TERUTAMA ORANG TUA KITA..
yg UNIK dan BISA CETAK FOTO apaaaaaaa sajaaaaaaaaaa..
Silahkan Hub kami di:

BB 2906AD23
WA 0812-8540-8540
SMS 0812-849-75177


Senin, 23 Juni 2014

3 MANFAAT Yang Anda Dapatkan Ketika Memakai Bahan DAKRON Untuk Bantal

Taukah kamu kalo ada 3 MANFAAT memakai BANTAL yg berisi DAKRON?

Tidak sembarang bantal yang dapat dipakai untuk alas kepala ketika tidur. Bahan dari bantal akan mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan bagi pemakainya. Untuk Sebaiknya gunakan bantal dengan bahan yang fleksibel, yaitu bantal yang dapat mengikuti otot leher dan tulang belakang. Salah satu bahan yang baik adalah dacron.
Dacron merupakan suatu bahan yang sangat bagus sekali untuk dijadikan bahan utama pembuatan bantal. Karena dacron merupakan bahan yang tidak hanya nyaman untuk digunakan tetapi juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Berikut 3 manfaat bantal yang terbuat dari dacron.

1. Tidak Menimbulkan Alergi dan Aman Untuk Anak

Dacron merupakan serat alami dan berkualitas yang nyaman untuk digunakan. Karena itu kuman Microorganisme dan kuman lainnya yang menyebabkan allergy, gatal-gatal tidak dapat bertahan hidup pada permukaan bantal.

2. Aman Untuk Kesehatan

Dacron merupakan bahan yang bagus untuk kesehatan otot leher karena bahan ini dapat mengikuti dan menahan otot leher. Selain itu juga dacron mencegah tidur berdengkur yang dapat membahayakan kesehatan. Hal ini dikarenakan kekenyalan dari bantal tersebut yang memberikan tekanan merata di seluruh tubuh sesuai dengan beban. Sehingga pada saat tidur tubuh seperti melayang. Jika dengan Spons biasa, tubuh seperti tenggelam.

3. Tahan Lama

Dacron merupakan suatu bahan yang tahan lama dikarenakan bahan dacron terbuat dari serat sintetis yang dapat berubah seperti bentuk semula walaupun setelah dicuci berkali-kali. Karena dacron terbuat dari bahan alami, bahan ini dapat dengan mudah untuk dicuci dan mempunyai daya serap tinggi.

jika anda ingin membeli bantal yg berisi dakron juga bisa ada foto atau gambarnya yang bsa anda request silahkan anda hub kami

BB 2906AD23
WA 0812-8540-8540
SMS 0812-849-75-177
atau Like FP www.facebook,com/BantalRequestFoto

Sejarah Bantal

Kebiasaan menggunakan bantal saat berbaring sudah dikenal sekitar 7.000 tahun sebelum masehi silam. Situs workingmomwm.hubpages.com menjelaskan bahwa bantal pertama kali dipakai oleh bangsa Mesopotamia yang menghuni wilayah antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris atau yang dikenal saat ini sebagai Irak.

Bantal yang ada sekarang, tidaklah sama dengan yang ada saat itu, dimana bantal yang digunakan masih terbuat dari batu. Hal itu dibuktikan melalui  penemuan peninggalan arkeologi yang sempat ditemukan dalam proses ekskavasi di Mesir.

Selain di Mesopotamia, bantal juga digunakan oleh masyarakat Mesir kuno. Hanya saja bantal yang digunakan oleh bangsa Mesir sedikit lebih lembut dari pada bantal batu bangsa Mesopotamia. Tapi, bangsa Mesir saat itu sebenarnya tidak terlalu menyukai menggunakannya, mereka lebih suka meletakkan kepalanya di atas pilar bangunan.

Bantal lembut juga dikenal oleh masyarakat Cina kuno. Bedanya, batal lembut di Cina memiliki hiasan berupa gambar-gambar. Bantal kuno bangsa Cina ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 960 masehi.

Seperti halnya bangsa Mesir kuno, bangsa Cina saat itu juga tidak terlalu menyukai menggunakan bantal lembut untuk tidur. Mereka percaya bahwa bantal lembut adalah pencuri energi saat digunakan waktu tidur. Karena itu, masyarakat Cina lebih menggunakan bantal berbahan kayu atau bambu yang tergolong keras.

Memasuki abad pertengahan, bantal mulai digunakan oleh bangsa Eropa. Saat itu, penggunaan bantal menjadi simbol bagi status kedudukan sosial tertentu, dimana mereka yang menggunakan bantal adalah masyarakat berstatus sosial menengah ke atas.

Saat bantal dijadikan simbol status sosial, Raja Henry VII sebagai pemimpin kerajaan Inggris ingin mengubah paradigm secara drastis. Ia kemudian melarang semua orang menggunakan bantal saat tidur, kecuali wanita hamil. Sejak saat itulah para pria di Eropa enggan menggunakan bantal, meskipun ada  mereka akan dianggap sebagai pria lemah.

Memasuki abad ke-19, pandangan itu mulai pudar. Bantal bahkan kemudian dianggap sebagai alat bantu yang menjadikan tidur lebih nyenyak. Hal itu menjadikan bantal empuk diproduksi secara masal. Bahan baku yang digunakan pun mulai beragam, ada yang berisi kapas, dakron, bulu angsa, dan sebagainya. 
 
Bahkan bantal kini telah menjadi trend dan hal wajib bagi hampir setiap orang untuk menemaninya saat beristirahat.